Saturday, December 28, 2013

HTC One Dual SIM+ dengan Cover Alumunium dan Slot MicroSD

HTC one Dual SIM+ (chip.co.id)
Dilihat dari bentuknya, ponsel ini tak memiliki perbedaan yang mencolok dengan seri sebelumnya, HTC One yang sudah diperkenalkan lebih dulu oleh pabrikan asal Taiwan itu sejak awal tahun 2013.

Namun, HTC One Dual SIM+ telah dilengkapi dengan dua slot kartu SIM (Dual On Active CDMA + GSM/GSM + GSM) dan slot microSD untuk menambah kapasitas penyimpanan hingga 64GB.

Penutup (case) bagian belakang ponsel ini bisa Anda buka. Anda bisa menemukan dua slot Sim Card dan sebuah microSD yang terpasang kokoh. Berbalut pelidung berbahan alumunium di bagian belakangnya.

HTC One Dual SIM+ memiliki dimensi yang tak jauh berbeda dengan HTC One, yaitu 137,81 x 68,28 x 10,41mm dan beratnya 143gram. Walaupun memiliki penutup bagian belakang yang bisa dibuka, ponsel ini tetap menggunakan baterai non-removable.  Layarnyanya memiliki bentang 4,68 inci dengan resolusi 1.080 x 1.920 ditambah dukungan realtime color engine agar tampilannya lebih jernih.

Pada bagian depan, HTC telah menempatkan dua speaker stereo yang berada di atas dan bawah. Anda juga akan menemukan kamera depan yang memiliki ukuran 2,1 MP dengan dukungan wide lens 1080p HD recording dan F2.0. Ada pula sensor cahaya dan proximity. Selain itu, ada juga logo HTC ditempatkan sejajar dengan tombol Back dan Home.

HTC One Dual SIM+ juga menyematkan sistem operasi Android 4.2 Jelly Bean yang telah dioptimalisasi dengan antarmuka HTC Sense 5.5. Menariknya, HTC juga menyematkan fitur HTC BlinkFeed ke dalam ponsel tersebut. Fitur ini menjadi sumber informasi pada layar beranda karena dapat memuat berbagai informasi dari beragam kategori, mulai dari berita biasa hingga yang spesifik seperti berita olah raga.

Bisa dikatakan, fitur HTC BlinkFeed mirip kabar berita (newsfeed) dengan sumber berita yang dapat diatur sesuai dengan negara pengguna, termasuk Indonesia. Beragam berita yang dihadirkan akan memakan penuh layar utama pada HTC One Dual SIM+, sehingga jika Anda ingin menggunakan widget, bisa menggunakan halaman layar beranda lainnya dengan menggeser layar utama.

HTC One dual sim juga menggunakan dua tombol di bagian bawah yang terlihat langsung oleh mata pengguna, yaitu tombol "Back" dan "Home". Tombol "Home" bisa menjadi jalan pintas untuk mengakses aplikasi Google Now dengan lebih cepat. Caranya, Anda cukup menyapu tombol tersebut. Kemampuan lainnya, jika Anda tekan dan tahan tombol tersebut, Anda dapat mengakses sejumlah menu yang ada di dalam sebuah aplikasi. Untuk mengatur konfigurasi tersebut, Anda bisa masuk ke bagian "Setting | Display, gesture & buttons" lalu pilih opsi "Home button".

Secara default, HTC hanya menyajikan tiga layar beranda saja. Untuk menambahkan layar baru, Anda bisa masuk ke dalam menu "Setting | Personalize" lalu tap menu "Customize home screen". Selain layar utama untuk menempatkan fitur HTC BlinkFeed, layar beranda lainnya dapat Anda gunakan untuk menempatkan beragam aplikasi dan widget yang diinginkan.

Untuk memutar musik atau video, HTC One Dual SIM+ telah dilengkapi dengan aplikasi bawaannya, yaitu Music dan View video. Saat CHIP coba memutar sebuah lagu, suara yang dihasilkan tidak pecah. Hal berkat dukungan fitur HTC BoomSound. Ada dua lubang speaker yang ditugaskan agar dapat menghasilkan suara stereo, terutama ketika ponsel digunakan pada kondisi landscape.

Dengan posisi landscape, speaker akan berada di sisi kiri dan kanan layar. Suara yang dihasilkan dari kedua speaker tersebut mampu dihantarkan dengan jelas hingga menuju telinga. Jika HTC One Dual SIM+ tersebut diletakkan dalam kondisi berbaring, suaranya tidak akan terhalang karena letak kedua sepaker yang ada di bagian depan. Begitu juga saat CHIP mencobanya untuk memutar sebuah video.

Berbeda dengan kebanyakan ponsel lainnya, HTC melengkapi HTC One Dual SIM+ dengan kamera utama di bagian belakang yang memiliki resolusi 4 UltraPixel. UltraPixel merupakan teknologi pencitraan terbaru yang menawarkan foto dan video lebih berkualitas, terutama warna yang dihasilkan.

Melalui situsnya, HTC menegaskan, yang mereka lakukan bukanlah meningkatkan jumlah Mega Pixel di kamera, tetapi mengembangkan lebih maju CMOS Sensor, ISP, dan sistem lensa optik yang digunakan. Oleh karena itu, saat CHIP mencoba untuk memotret sebuah objek pada kondisi rendah cahaya (low light), foto yang dihasilkan masih terlihat optimal.

Selain teknologi UltraPixel, HTC juga menyematkan fitur HTC Zoe. Fitur tersebut dapat Anda gunakan untuk melakukan perekaman video berdurasi tiga detik serta foto sebanyak 20 frame hanya dengan menekan tombol shutter yang terdapat pada menu kamera. Fitur lainnya yang melengkapi kamera utama adalah BSI, F2.0, Optical Image Stabilization, Sensor 1/3', dan HTC ImageChip 2.

Dalam opsi Video Capture Mode, Anda dapat mengatur beberapa konfigurasi video yang ingin dihasilkan. Salah satu konfigurasi yang dapat Anda atur adalah Video Quality. HTC memberikan tiga opsi terkait dengan Video Quality yang ingin digunakan, yaitu Full HD (1.920 x 1.080), HD (1.280 x 720) dan MMS (176 x 144). Bagi Anda yang hobi merekam video, kamera utama maupun kamera depan dengan ukuran 2,1 MP sanggup membuat video HD 1080p dengan kualitas yang cukup baik.

HTC One Dual SIM+ menggunakan baterai non-removable Li-Po dengan kapasitas 2.300mAh. Agar baterai bisa digunakan lebih lama, HTC telah menyematkan sebuah fitur hemat daya yang dapat Anda aktifkan melalui menu "Setting". Anda juga bisa menampilkan level pemakaian baterai agar tampil di layar notifikasi. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui lebih cepat kondisi baterai perangkat.

Dari sisi multimedia, suara yang dihasilkan dua speaker HTC One Dual SIM sangat maksimal berkat dukungan HTC BoomSound dan Beats Audio. Tampilan layarnya juga menjadi salah satu yang terbaik dengan kerapatan piksel jauh di atas rata-rata.

HTC One Dual SIM+ yang dijual seharga Rp7.699.000 ini merupakan sebuah inovasi menarik HTC untuk memperluas pengguna HTC One versi sebelumnya. Ini juga sebagai jawaban HTC untuk memenuhi permintaan pasar yang menginginkan penggunaan dua Sim Card sekaligus dalam satu perangkat kelas premium.

Satu kekurangan minor perangkat ini adalah penggunaan bahan aluminium di bagian belakang, sehingga akan terasa licin ketika dipegang. Selain itu, panas yang ditimbulkan juga sangat terasa saat menjalankan aplikasi atau game berat.

No comments:

Post a Comment